Connect with us

Terbaik

5 Game Terbaik yang Mirip dengan Alisa

Avatar photo
Games like Alisa

Ada sesuatu tentang game dari tahun 90-an yang membuatnya unik dan menimbulkan nostalgia manis. Perlu dicatat, banyak game baru yang dirilis belakangan ini mencoba meniru gameplay, tampilan, dan nuansa klasik, meski sangat sedikit yang berhasil. Alisa menonjol sebagai salah satu dari sedikit game yang berhasil mereplikasi desain klasik tersebut. Alisa adalah game aksi-petualangan bertema horor yang berlatar di rumah boneka dengan makhluk humanoid menyeramkan dan mengerikan. Fitur klasik yang menonjol meliputi grafis pixel bergaya 90-an, latar belakang pra-render, desain yang unik, dan sudut kamera tetap. Selain itu, ceritanya menarik dan mengasyikkan. Dapat dimengerti, seseorang pasti ingin lebih setelah selesai memainkan game ini. Berikut adalah ikhtisar lima game terbaik seperti Alisa untuk melanjutkan keseruan.

5. Evil Tonight

Evil Tonight memiliki banyak aspek dan fitur yang sama dengan Alisa. Yang menonjol, game ini berbasis pada ceruk horor, petualangan, dan aksi. Selain itu, game ini menampilkan grafis seni pixel bergaya 90-an. Namun, grafis dalam game ini sedikit lebih tajam dan kaya dibandingkan di Alisa. Perlu dicatat, seni pixelnya menampilkan efek pencahayaan buatan tangan, palet warna kustom, dan filter yang menambahkan blur lembut di tepian. Perlu juga diperhatikan bahwa game ini tidak memiliki peta, dan sudut kameranya tidak tetap, tidak seperti di Alisa. Meski demikian, game ini mudah dikuasai bahkan tanpa peta, dan ia berhasil menangkap serta menyajikan tampilan dan nuansa klasik yang membuat Alisa populer. Cerita dan gameplay keseluruhan game ini juga memiliki banyak kesamaan dengan Alisa. Seperti yang terakhir, Evil Tonight berkisah tentang karakter perempuan bernama Silvia. Dia adalah seorang eksorsis modern yang terjebak di sekolah seni pertunjukan yang terbengkalai dan berhantu. Seperti Alisa, dia harus menjelajahi gedung menyeramkan sambil mengumpulkan barang-barang penting, memecahkan teka-teki, dan melawan iblis-iblis menakutkan untuk melarikan diri. Perlu dicatat, musuh di kedua game ini adalah makhluk supernatural dan cukup tangguh.

4. Coffin Mall

Coffin Mall memiliki beberapa kemiripan dengan Alisa. Kemiripan yang paling mencolok termasuk grafis seni pixel bergaya 90-an. Namun, grafisnya tajam, dan Anda dapat melihat toko-toko, poster, dan barang-barang lain di mal. Selain itu, kedua game ini berbagi. Namun, Alisa menampilkan lebih banyak aksi dan horor dibandingkan Coffin Mall. Sebaliknya, yang terakhir lebih berfokus pada ketegangan yang intens, memberikannya pendekatan unik pada tema horor. Cerita Coffin Mall aneh, seperti Alisa; mungkin bahkan lebih aneh. Game ini berkisah tentang seorang satpam mal yang berusaha melarikan diri dari mobil jenazah pembunuh yang sepertinya berhantu yang mengejarnya di dalam mal. Meski tidak semenyeramkan atau sehoror monster dan humanoid seperti boneka di Alisa, game ini tetap membingungkan dan unik. Secara keseluruhan, sebagian besar gameplay melibatkan berlari melalui mal dan merangkak melalui ventilasi saat Anda berusaha melarikan diri. Game ini juga melibatkan satu teka-teki yang sederhana. Akhirnya, Anda dapat menikmati aksi amarah di jalan di bagian akhir. Secara keseluruhan, Coffin Mall seperti versi ringan dari Alisa.

3. Apsulov: End of Gods

Apsulov: End of Gods keluar dari desain old-school bergaya 90-an tetapi masih memiliki beberapa kemiripan penting dengan Alisa. Yang paling mencolok, game-game ini berbagi genre yang sama, memadukan petualangan, aksi, dan horor. Selain itu, game ini juga memiliki cerita yang unik dan aneh, meski berdasarkan konsep yang sama sekali berbeda. Game ini didasarkan pada mitologi Nordik. Game ini menampilkan sekelompok manusia yang menggali ke bagian terdalam bumi dalam pencarian mereka akan belas kasihan dari para dewa. Alih-alih belas kasihan, manusia menemukan artefak kuno dan barang-barang lain yang terkait dengan dewa dan iblis. Dengan bodohnya, mereka memutuskan untuk membawa artefak tersembunyi ke permukaan. Namun, artefak-artefak itu mengeksploitasi teknologi manusia, menyebabkan penderitaan dan kerusakan dengan melepaskan monster iblis dan horor menakutkan yang aneh. Sebagian besar gameplay melibatkan menjelajahi berbagai fasilitas dan dunia, yang berbeda dari pengaturan lokasi tetap di Alisa. Namun, kesamaan gameplay antara kedua game ini termasuk mengumpulkan barang berharga, memecahkan teka-teki, dan mengusir monster/iblis.

2. Mr. Hopp’s Playhouse 2

Mr. Hopp’s Playhouse 2 adalah game horor petualangan yang menarik dan menyenangkan. Seperti Alisa, game ini cocok dengan genre horor, survival, dan petualangan, meski kurang dalam hal aksi. Selain itu, grafisnya didasarkan pada desain seni pixel scroller 2-D bergaya old-school. Menariknya, monster di kedua game ini juga berbasis boneka, meski gameplaynya cukup berbeda. Cerita game ini mengikuti seorang anak yatim piatu, Esther, yang teman-temannya di panti asuhan menghilang ketika mereka menerima mainan terkutuk. Mainan-mainan itu tampaknya berubah ketika ditinggalkan sendirian, dan Esther harus memecahkan misteri untuk menemukan teman-temannya. Untuk tujuan ini, gameplay melibatkan menjelajahi lingkungan sekitar, mengumpulkan barang-barang seperti kunci untuk membuka pintu, dan mencari solusi untuk masalah yang membingungkan.

1. Gloomwood

Gloomwood adalah game pamungkas untuk meningkatkan dan memperpanjang pengalaman bermain Alisa. Meski kesamaan teknis antara kedua game ini halus, keduanya didasarkan pada konsep yang serupa. Perlu dicatat, Gloomwood memadukan misteri, ketegangan, ketakutan, dan teka-teki ke dalam setiap aspek gameplaynya. Seperti Alisa, Gloomwood juga tentang menjelajahi lingkungan sekitar, mengais barang-barang yang dapat digunakan, dan bertahan dari serangan monster dan penghuni ganas. Selain itu, meski grafisnya bukan seni pixel bergaya 90-an, tampilan dan nuansanya tetap terasa old-school. Game ini berkisah tentang seorang dokter, yang hanya disebut sebagai “orang luar”, dikurung di lubang yang menjijikkan di kota era Victoria. Untungnya, sosok bayangan membebaskan Anda, tetapi Anda harus menyelinap melalui kota tanpa ketahuan. Sayangnya, menyelinap menuju keselamatan lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, karena monster dalam game ini memiliki indera yang tajam. Untuk itu, Anda harus sangat stealthy. Misalnya, Anda harus tahu kapan harus berjongkok, diam berdiri, berjalan, atau berlari. Perlu dicatat, game ini sangat detail mengenai stealth – misalnya, berjalan di tanah menghasilkan lebih banyak suara daripada berjalan di kayu atau beton. Selain menyelinap, Anda juga bisa berjuang menuju kebebasan dengan membunuh monster yang memburu Anda. Untungnya, Anda memiliki persenjataan luas berupa pedang, senjata api, harpun, dan senjata lainnya.

Jadi, bagaimana pendapat Anda tentang pilihan kami untuk lima game terbaik seperti Alisa? Beri tahu kami di media sosial kami di sini atau di kolom komentar di bawah.

 

Cynthia Wambui adalah seorang gamer yang memiliki bakat dalam menulis konten video game. Mengolah kata-kata untuk mengekspresikan salah satu minat terbesar saya membuat saya tetap terhubung dengan topik-topik gaming yang sedang tren. Selain gaming dan menulis, Cynthia adalah seorang pecinta teknologi dan penggemar coding.

Advertiser Disclosure: Gaming.net is committed to rigorous editorial standards to provide our readers with accurate reviews and ratings. We may receive compensation when you click on links to products we reviewed. Please Play Responsibly: Gambling involves risk. Never bet more than you can afford to lose. If you or someone you know has a gambling problem, please visit GambleAware, GamCare, or Gamblers Anonymous. Casino Games Disclosure:  Select casinos are licensed by the Malta Gaming Authority. 18+ Disclaimer: Gaming.net is an independent informational platform and does not operate gambling services or accept bets. Gambling laws vary by jurisdiction and may change. Verify the legal status of online gambling in your location before participating.