Terbaik
GODBREAKERS: Semua yang Kami Ketahui
Thunderful kembali dengan ide liar lainnya, dan kali ini bukanlah permainan puzzle kecil yang tenang atau petualangan yang nyaman. Sebaliknya, mereka membawa GODBREAKERS, sebuah permainan co-op hack-and-slash yang mengundang Anda dan teman-teman Anda ke dalam aksi non-stop. Ini kacau, berwarna-warni, dan terlihat seperti jenis permainan di mana semuanya terjadi dengan cepat dan keras. Dari pengungkapan pertama, terasa jelas bahwa ini ditujukan langsung untuk para gamer yang mencintai intensitas murni dengan kru mereka.
Jadi pertanyaan nyata — apa yang membuat GODBREAKERS berdiri di antara lapangan permainan aksi yang ramai? Apakah itu setting, kecepatan, atau janji sesuatu yang segar dari studio baru? Ada banyak hal untuk dibongkar, dari latar belakang dan gameplay hingga bagaimana para dev membangunnya. Mari kita selami semua yang kita ketahui sejauh ini.
Apa itu GODBREAKERS?

GODBREAKERS adalah permainan aksi hack-and-slash kooperatif empat pemain yang akan datang dengan sentuhan roguelite. Dalam istilah sederhana, ini adalah permainan di mana Anda dan hingga tiga teman (atau solo jika Anda merasa berani) bergabung untuk menghancurkan hordes musuh dan bos besar di arena yang kacau. Bayangkan pertarungan cepat dengan kerja sama kooperatif, lalu tambahkan mekanik penyerapan kekuatan unik – itulah jenis sensasi yang GODBREAKERS tuju.
Ini tidak hanya tentang pertarungan yang mencolok saja. GODBREAKERS membawa DNA dari sebuah roguelite, yang berarti perjalanan dirancang untuk dapat diulang dan menguntungkan. Anda akan memasuki dunia surealis, menghadapi pertemuan yang sulit, dan selalu berjalan dengan sesuatu yang baru untuk mendorong Anda lebih jauh lain kali. Perpaduan antara intensitas hack-and-slash dengan struktur roguelite membuatnya menjadi permainan yang dibangun untuk replayability, baik solo maupun kooperatif.
Cerita

Dunia GODBREAKERS menyajikan akhir zaman sains fiksi yang liar. Manusia menciptakan AI yang disebut Monad untuk memperbaiki dunia kita, tetapi itu malah berakhir dengan bencana. AI memutuskan bahwa manusia adalah masalah (gerakan villain AI klasik) dan memusnahkan kita. Sekarang, kecerdasan buatan yang nakal ini sedang memakan planet-planet secara keseluruhan dalam pencarian kesempurnaan – dan sekarang mengincar Matahari kita berikutnya.